Review Surga yang Terlarang: Keutuhan Cinta Suci Sampai Ke Surga

Kalian memang berjodoh, di dunia dan di akhirat…

Surga yang Terlarang awalnya membawa imajinasi saya pada sebuah kondisi seorang hamba yang tak pantas untuk menyentuh surga. Ketidakpantasannya karena melakukan hal yang sama sekali sangat bertentangan dengan perilaku penghuni surga. Tetapi setelah membaca lembaran demi lembaran novel Surga yang Terlarang karya Leyla Hana ini benar-benar mengubah imajinasi tersebut pada sebentuk keinginan untuk benar-benar memperbaiki diri.

*saya memang sengaja tak membaca Sinopsis supaya rasa penasaran terus menjadi pemicu untuk melahap habis novel manis ini

Surga memang mudah disebut tetapi sangat sulit untuk merengkuhnya. Meskipun sebenarnya dalam Kitab suci al Qur’an sudah memberikan panduan hal-hal yang harus dilakukan seorang hamba agar Surga mudah dicapai. Terkadang hal tersebut ringan tetapi benar-benar sulit ketika tak ada keyakinan mendalam tentang hakikat yang sebenarnya akan kehidupan ini.

***

 

Judul: Surga yang Terlarang

Penulis: Leyla Hana

Penerbit: PT. Penerbitan Pelangi Indonesia

Tahun Terbit: 2013

Tebal: viii + 376 halaman

ISBN: 978-602-7800-85-4

Nazma dikisahkan sebagai seorang muslimah dengan sejumlah aktivitas kampus. Aktivitas tersebut sangat bermanfaat karena membawanya lebih dekta dengan agama yang dianutnya saat ini, Dinul Islam. Hari-hari dilalui Nazma dengan rutinitas padat rumah – kampus – kegiatan organisasi – rumah. Menjadi salah satu bagian dari KSEI, sebuah organisasi dalam kampus yang menyuarakan Ekonomi Islam yang sebenarnya.

Nazma tidak sendiri. ada Aisyah sang sahabat yang ikut bersamanya dalam organisasi tersebut. namun sayang sekali, Aisyah luput dari ketidakberdayaan Nazma terhadap virus merah jambu yang melandanya bersama Faisal, sang Ketua KSEI.

Kisah “asmara terlarang” yang sebenarnya tidak disadarai antara Nazma dan Faisal kemudian berujung pada perpisahan yang tak meninggalkan janji atau komitmen apa-apa. Hingga suatu waktu, takdir cinta Nazma harus dilabuhkan pada sosok Furqan, kakak kandung Faisal. Betapa hebat rasa sakit yang diterima Faisal saat mengetahui bahwa Nazma, wanita yang ingin dipersuntingnya di saat yang tepat menurutnya harus menjadi kakak iparnya sendiri.

Keutuhan cinta Nazma dan Furqan telah membawa mereka pada keindahan surga mereka, surga yang begitu terlarang bagi Faisal sampai kapan pun. Keindahan surga rumah tangga yang diimpikannya bersama Nazma harus diterima sebagai takdir kuasa yang menentukan jodoh, rezeki dan maut seseorang.

Surga telah dimiliki Furqan dengan syahidnya di tanah Palestina sementara Nazma saat berjuang melahirkan dengan kondisi eklamsia.

***

Membaca Surga yang Terlarang dari awal (masa Nazma kuliah), saya sempat teringat dengan masa kuliah saya dulu. Pernah terjangkit virus merah jambu juga dengan sesama pengurus organisasi di tambah lagi jenis organisasinya berbau Islam. Namun sangat bersyukur karena hubungan itu belum melampaui batas karena Allah memang sayang dengan saya. Ditegur dengan cara yang benar-benar mampu menghentakkan hati kala itu.

Terasa membaca kisah sendiri dalam novel Surga yang Terlarang tetapi bukan berarti kisah dalam novel ini klise. Saya menikah dengan anak keempat dari 5 bersaudara dan suami saya pun adalah anak satu-satunya laki-laki. Jadi boleh dibilang terbebas dari rasa risih dengan kakak atau adek ipar sendiri *malah curcol

Leyla Hana lagi-lagi mampu mengoyak imajinasi saya dengan alur cerita yang begitu sederhana namun sangat membekas. Apalagi dikisahkan bahwa Furqan syahid di tanah Palestina dan Nazma berjuang menghadapi maut pasca melahirkan Gaza, putra yang akhirnya terlahir dalam kondisi yatim piatu. Saya sendiri kemudian diserang “rasa takut” melahirkan karena kondisi saya saat membaca novel ini memang sedang hamil muda. Tetapi kembali lagi harus meyakinkan diri bahwa semua takdirNya adalah yang terbaik.

Keutuhan cinta Nazma dan Furqan mewakili sebuah hikmah besar yang ingin disampaikan penulis. Bahwa seseorang yang saat ini kita cintai tak pernah ada kepastian kita mampu memilikinya secara utuh (menjadikannya istri atau suami). Bahkan sekalipun sudah memiliki ikatan suci pernikahan pun, ketetapanNya tak pernah bisa diketahui. Apakah kita hidup bahagia berdua sampai kelak ke surga ataukah salah satu diantaranya harus lebih dahulu pergi meninggalkan kita dengan takdirNya.

Seseorang yang kita cintai tatkala sudah mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan Tuhan dengan orang lain, maka tak layaklah bagi kita untuk mengharapkannya terus-menerus apalagi sampai merusak hubungan pernikahan tersebut. Sebab, boleh jadi yang kita cintai saat ini tak mampu membawa kita ke surga tetapi sebaliknya.

Mengenai kekurangan novel ini sendiri hanya pada masalah salah ketik saja nama Ifran yang seharusnya Irfan (hal. 33). Soal layout juga sudah menarik dengan adanya sentuhan desain cantik di setiap bab dalam novel Surga yang Terlarang ini.

Saya beri 4 dari 5 bintang untuk novel ini…