Review My Creepy Diary: Kisah Misteri Wanita Indigo

Keseharianku sebagai orang yang bisa melihat dan berbicara

dengan “mereka”, membuatku memiliki dua dunia.

Hidup di dunia ini memang penuh dengan kejadian yang tak diduga. Apalagi terlahir dengan kelebihan yang tak semua orang miliki. Salah satu contohnya adalah kelebihan indera keenam atau sering disebut sebagai “indigo”.

Sama halnya dengan kisah yang ada di dalam buku My Creepy Diary karya Ayumi Chintiami ini. Beragam kisah-kisah misteri yang dialami oleh manusia, dalam hal ini seorang gadis, dengan kelebihan indigo tersebut membawa dirinya dapat menjadi bermanfaat bagi sesama. Apalagi bagi sosok yang sudah tidak berwujud manusia lagi dan datang dengan permasalahan berbeda.

Sesuai dengan judul bukunya, My Creepy Diary maka buku ini merupakan “catatan menyeramkan” dari seorang gadis indigo.

***

 

Judul: My Creepy Diary

Penulis: Ayumi Chintiami

Penerbit: Bukune

Tahun Terbit: 2013

Tebal: viii + 246 halaman

ISBN: 602-220-103-9

My Creepy Diary terdiri atas 14 chapter yang masing-masing memiliki daya tarik tersendiri akan kisah yang disampaikan. Tidak ringan memiliki kelebihan indra keenam. Bebannya begitu berat karena bisa melihat hal yang tak semua manusia mampu ikut melihatnya. Ada mata yang mampu melihat dimensi lain dari dunia ini. Dimensi kehidupan yang tak sama dengan dunia yang kita rasakan saat ini. Bahkan dengan bentuk dan bau yang begitu tak menyenangkan.

Catatan gadis indigo (bernama Ayumi) dalam buku ini berawal sejak tahun 1999. Waktu dimana Ayumi menceritakan kisahnya pada usia 11 tahun. Awal dimana Ayumi mulai merasakan dirinya sudah mengalami hal aneh karena mampu melihat makhluk alam lain. Mampu melihat makhluk (berupa wanita) yang bisa menembus dinding, sosok anak kecil yang kerap muncul dan entah darimana datangnya dan jenis makhluk lain dengan wujud yang berbeda-beda.

Hal ini yang membuat Ayumi menjadi lebih pendiam bahkan introvert. Bahkan menjadikannya merasa hidupnya tidak adil karena harus bertemu dengan makhluk-makhluk aneh tersebut. Ayumi takut dengan apa yang dialaminya itu. Namun, lambat laun harus diterimanya sebagai bentuk kelebihan yang dijadikan manfaat dalam hal membantu mereka dengan kemampuannya tersebut.

Ayumi tidak sendiri. Ada salah satu keluarganya bernama Farrel juga memiliki kemampuan yang sama. Bedanya, Farrel memiliki usia yang jauh lebih muda (masih sangat kecil) dibanding usia dirinya saat menyadari kelebihannya tersebut. Tetapi Farrel mampu memberikan nuansa baru bagi gadis tersebut agar tetap bertahan dengan kelebihan tersebut (hal. 89 chapter 4).

Di antara semua cerita, yang paling menarik adalah ketika seorang anak bernama Hiroshi meminta bantuan Ayumi. Hiroshi adalah anak berusia sekitar 7-8 tahun yang sudah meninggal namun kepergiannya belum diikhlaskan oleh sang Ibu. Hiroshi menjadi sosok yang selalu datang ke bangsal tempatnya dirawat saat menderita sakit jantung. Ayumi bisa melihatnya saat berada di rumah sakit. Dan Hiroshi meminta Ayumi untuk memberitahukan ke sang Ibu agar tidak lagi sedih akan kepergiannya. Hiroshi sudah merasa tenang dan memang sudah waktunya pergi. Ayumi pun melakukan permintaan tersebut hingga Hiroshi pun pergi dengan tenang (hal. 21).

Dan beberapa kisah lainnya yang boleh jadi menyeramkan bagi kalian yang ikut membacanya.

***

Overall, buku My Creepy Diary ini sudah menjadi salah satu buku horror yang berhasil kulahap habis. Merinding karena  membayangkan hal-hal mengerikan tentu menemani saat membaca buku karya Ayumi Chintiami ini. Apalagi ditambah dengan ilustrasi creepy yang menambah seram buku ini.

Pada intinya, buku ini memberikan informasi bahwa manusia dengan indra keenam (indigo) itu ada. Kelebihan yang tak semua orang miliki namun tentu saja harus dimanfaatkan pada jalan yang baik dan benar. Apalagi berhubungan dengan makhluk di alam lain.

Namun, ada kesan monoton pada kisah dalam buku My Creepy Diary ini dan dengan kondisi Ayumi sebagai gadis indigo tersebut. Seperti awalnya enggan menolong lalu lambat laun tergerak membantu.

Saya beri 3 dari 5 bintang untuk buku ini…