Review Dear Bodyguard: Ketangguhan Pun Butuh Cinta

Sepertinya, kita masih punya peluang…

Wanita kerap kali mendapatkan perlakuan kasar. Semata-mata karena dianggap sebagai makhluk lemah yang bisa diperlakukan seenaknya. Tak sedikit kaum pria yang menyadari bahwa wanita juga manusia. Punya hati dan rasa. Punya akal dan juga kekuatan. Dan suatu saat juga bisa membuktikan bahwa wanita tak selemah yang disangkakan selama ini. Meskipun sejatinya memang “kelembutan” tetap melekat dan tak jarang dianggap sebagai kelemahan sejati.

Novel Dear Bodyguard karya Riawani Elyta mencoba membuktikan bahwa wanita juga “bisa”. Bisa bangkit dan membela diri. Memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan. Dan tidak semata-mata terus bergantung pada kekuasaan pria sebagai makhluk pengayom “katanya”. Novel ini membuka mata saya dan (mungkin) juga Anda, bahwa ada saja wanita yang bisa lepas dari tekanan yang begitu menyakitkan dan menata diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

***

 

Judul: Dear Bodyguard

Penulis: Riawani Elyta

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun Terbit: 2013

Tebal: vi + 346 halaman

ISBN: 978-602-7888-91-3

Aline, dikisahkan sebagai tokoh wanita yang memiliki masalah dalam mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Dengan masalah tersebut akhirnya Aline bangkit dan mencoba keluar dari permasalahan yang ada. Lepas dari cengkraman sang suami, Jimmy, dan move on untuk sekedar menjaga “hak”nya sebagai wanita (diperlakukan lembut dan sebagaimana mestinya). Untuk itu Aline bekerja sebagai bodyguard.

Pekerjaan yang sejatinya identik dengan pria. Namun, dengan pekerjaan itu, Aline merasa jauh lebih baik dan “siap” untuk menghadapi sang mantan suami di kemudian hari. Bukan berarti Aline menyimpan dalam-dalam dendam kesumat tetapi rasa sakit dalam jiwa serta raganya yang memaksa Aline untuk lebih berhati-hati pada Jimmy.

Kepiawaian Aline sebagai bodyguard dalam novel Dear Bodyguard ini pun diuji tatkala bekerja pada seseorang bernama Teddy dan Jenny. Kakak beradik yang saling menjaga satu sama lain. Teddy menyewa Aline menjadi bodyguard sang adik yang merupakan artis ternama. Namun, Aline sendiri sebenarnya tidak mengetahui bahwa Teddy tak hanya sekedar “menuntut” penjagaan ekstra untuk Jenny melainkan untuk dirinya sendiri.

Tak mudah menjalankan pekerjaan. Aline pun harus berurusan dengan pekerjaan Teddy yang sama sekali diluar dugaannya. Dan dengan tega Teddy melukai Aline hanya untuk sebuah kata “aman”. Di saat bersamaan, sosok Kevin hadir sebagai penolong Aline. Sosok yang sebenarnya sudah mencari Teddy dan bertemu Aline sebelumnya di suatu waktu. Siapakah Kevin dalam kehidupan Aline? Mengapa akhirnya Aline memberikan Kevin “peluang”?.

***

Riawani Elyta memang piawai dalam memainkan “emosi” saya dalam membaca novel Dear Bodyguard ini. Bahkan sama sekali sudah melupakan adegan pertemuan Aline dengan seorang pria saat akan membuka taksi dalam keadaan basah kuyup dan memar di bagian wajah. Andai dijadikan film, saya pasti sudah hafal dengan wajah pria tersebut

Overall, novel Dear Bodyguard ini pas bagi kaum wanita yang ingin belajar cara bangkit dari keterpurukan hidup (dalam hal ini rumah tangga). Mati bukan jalan menyelesaikan masalah kok Bisa belajar dari ketangguhan Aline yang dibuat seolah nyata oleh penulis.

Namun, yang menjadi pertanyaan saya sendiri adalah kenapa Aline bisa ditemukan secepat itu (hanya dalam kurun waktu setahun)?

Sekali lagi, Aline mewakili sosok wanita tangguh yang bisa menyelesaikan masalah tanpa harus terpuruk. Meskipun begitu, wanita tetaplah wanita. Sosoknya akan terasa lengkap jika dipenuhi semangat dan cinta dalam hidupnya. Setuju?

By the way, saya beri 4 dari 5 bintang untuk novel ini…